Mencuatnya Mentersangkakan Anies Dugaan Kasus Formula E, Direktur Penuntutan KPK Mundur dari Jabatannya

Senin, 6 Februari 2023 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Photo: Saat Fitroh Rohcahyanto di ambil Sumpah Ketika ia Menjabat Direktur Penuntutan KPK, (tangkapan layar/SS/kabarpers)

i

Keterangan Photo: Saat Fitroh Rohcahyanto di ambil Sumpah Ketika ia Menjabat Direktur Penuntutan KPK, (tangkapan layar/SS/kabarpers)

Kabarpers.com – Fitroh Rohcahyanto diduga mundur dari jabatannya sebagai Direktur Penuntutan KPK. Ia diduga dipaksa oleh Firli Bahuri untuk mentersangkakan Anies Baswedan dalam kasus Formula E. Hal yang langka diera rezim ini, namun tidak bagi seorang Fitroh.

Mundur adalah kehormatan bagi manusia yang memiliki harga diri dan idealisme seperti yang dilakukan founding father dan proklamator Indonesia Bung Hatta. Fitroh type manusia bermartabat ditengah para penghianat dan perusak bangsa.

Kalau Sultan Hasanudin, P. Diponegoro, Tengku Umar, Cut Nya’Dien, P. Antasari, P. Trunojoyo, Sultan Agung, bahkan sampai pada HOS Cokro Aminoto, H. Agus Salim, Bung Hatta, KH. Hasyim Asy’ari, H.M Natzir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, MR Kasman Singodimejo dan masih banyak lagi para pejuang di zamannya, mereka itu melawan penjajahan Hindia Belanda dan Jepang dengan target ingin merdeka dan berdaulat.

BACA JUGA :  Diduga Suap Pengesahan RAPBD, Mantan Gubernur dan Anggota DPRD Ditahan KPK

Jawabannya adalah karena dengan kemerdekaan, sebuah bangsa bisa lepas dari “exploitasi” dan pemerasan bangsa asing (Belanda dan Jepang) saat itu.

Begitu juga dengan kemerdekaan mestinya kekayaan dan sumber daya alam bisa terjaga dan dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa sendiri.

Lihatlahโ€ฆ! Jepang dan Korea (contoh). Mereka merdeka dan bisa memanfaatkan kedaulatan dari kemerdekaannya demi kemajuan dan kemandirian negaranya.

Bukan dengan cara menggadaikan (apalagi menjual) sumber daya alam dan tanah airnya. Beda Jepang serta Korea, beda pula dengan Indonesia.

Kita harus berani bicara fakta. Bahwa bangsa ini tidak menghargai perjuangan para pendahulunya demi kemerdekaan, semestinya kita harus mengisi hasil kemerdekaan dengan Visi Daya Cipta untuk kemajuan bangsa.

Namun yang terjadi para pemimpin kita hanya sekedar ber-Visi Makelar, para pimpinan kita cukup puas dengan menyerahkan lahan di Papua untuk di eksploitasi perusahaan tambang emas Freeport Mac Mooran dari AS dan cukup puas dengan “fee” operasional yang tidak seberapa.

BACA JUGA :  Ratusan Ketua BPD Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas, Berikut Harapan dari Kadis PMD Kampar

Begitu juga saat ini dengan lahan di Sulawesi, seperti di Morowali Mandar, Pegunungan Verbeek, Bengkulu, Kalimantan dan lain-lainnya yang kaya akan kandungan nikel, bauxit, lithium, biji besi.

Rezim pemerintah justru dengan bangganya mendatangkan Investor dari China. Dan kalau Investor AS cukup hanya level tenaga ahli yang didatangkan ke lokasi, maka China mendatangkan seluruh komponen TKA mulai dari engineer, pekerja tingkat menengah, bahkan sampai tingkat kuli di hadirkan ke Indonesia.

Dan jumlahnya pun ratusan ribu bahkan mungkin sudah jutaan. Sehingga tidak bisa dibedakan antara “eksplorasi” dan “invasi”.

Jikalau Kasman Singodimejo (tokoh Masyumi pasca Proklamasi 1945) memiliki Ideologi seperti JK, Dahlan Iskan, Luhut BP, Erick Tohir dkk, tidak mungkin saat ini akan ada PLN.

BACA JUGA :  Tim Kepegawaian dan Keuangan Lapas Pekanbaru Ikuti Monev dari Ditjenpas dan BKN

Karena kalau Founding Fathers-nya semacam JK, Dahlan Iskan, Luhut, Erick Tohir maka perusahaan listrik Belanda (spt Ogem, Aniem, Gebeo, Ebalom yang di Nasionalisasi oleh MR. Kasman Singodimejo menjadi PLN), akan dijadikan IPP dan para Founding Fathers tsb ikut memiliki sahamnya, dan Belanda otomatis tetap akan menjajah Indonesia.

Intinya Ogem, Aniem, Gebeo dst itu akan dianggap sebagai investor listrik dan mereka itu malah ber bisnis dengan perusahaan-perusahaan Belanda itu dan minta saham guna keuntungan pribadi.

Itulah yang terjadi di PLN saat ini, para pemimpin yang hanya ber-Visi Makelar dan pebisnis, tidak lebih hanya sebagai benalu kemerdekaan.

Mereka dengan bangganya bisa mendatangkan Investor asing. Padahal “semangat” seperti itu hanya akan menggiring bangsa Indonesia seperti Aborigin dan Indian yang tidak memerlukan kemerdekaan. (*)

Komentar Anda

Berita Terkait

Presiden Lantik AHY dan Hadi Tjahjanto, Berikut Ini Komentar dari Menteri ATR/BPN
Hari Libur Nasional dan Hari Cuti Bersama Tahun 2024, Ini Daftar Selengkapnya!
Akhirnya Resmi Dinaikan Presiden, Segini Gaji ASN, TNI dan Polri Berlaku Mulai 2024
Biaya Haji 2024, Berikut Ini Besaran serta Rincian BPIH dan BIPIH 1445 H Setiap Embarkasi di Indonesia
Guna Dukung Digitalisasi Birokrasi 2024, Kementerian PAN-RB Rencanakan Rekrut Calon ASN Sebanyak 2,3 Juta
Pemerintah Alokasikan Anggaran Pengadaan Kendaraan Dinas Mobil dan Motor Listrik untuk Pejabat
Berbagai Persepsi Permasalahan Para Pengungsi Rohingya yang Ada di Indonesia, Ini Menurut Presiden
Penghargaan Sebagai Pengelolaan Sampah Laut, Berikut Paparan Gubernur Sumbar

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 02:07 WIB

Pengertian Warehouse Beserta Fungsi dan Manfaatnya

Senin, 19 Februari 2024 - 01:13 WIB

Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerja ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Ini Cara Cek dari Aplikasi

Minggu, 18 Februari 2024 - 04:27 WIB

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Jumat, 16 Februari 2024 - 10:53 WIB

Integritas: Ini Potensi Kemampuan Seseorang yang Berkarakter serta Berintegritas Tinggi

Jumat, 16 Februari 2024 - 10:16 WIB

SIM Anda Hilang! Begini Prosedur dan Biaya Dipersiapkan untuk Ngurus

Selasa, 13 Februari 2024 - 12:24 WIB

Istilah IMB dan PBG, Berikut Ini Perbedaan, Fungsi, Syarat hingga Proses dalam Penertiban

Selasa, 13 Februari 2024 - 09:31 WIB

Hutan Mangrove: Ini Jenis, Fungsi dan Manfaat Bagi Kehidupan Manusia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 02:31 WIB

Kode Etik ASN dalam Melaksanakan Tugas dan Bersikap Sehari-hari

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi

KETENAGAKERJAAN

Penting dan Wajibnya Penerapan HSE/K3 di Perusahaan, Ini Penjelasannya

Selasa, 20 Feb 2024 - 02:18 WIB