BBM Solar Subsidi Diduga Digunakan untuk Alat Berat Proyek TPBU, Diminta Polres Bogor Tindak Tegas Pelakunya

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Lokasi Tempat Penampungan BBM Jenis Solar Subsidi (kabarpers/Baron)

i

Diduga Lokasi Tempat Penampungan BBM Jenis Solar Subsidi (kabarpers/Baron)

Kabarpers | Bogor – Ada tiga jenis kendaraan yang memiliki kuota pembelian BBM jenis solar subsidi. Pertama, kendaraan bermotor perseorangan roda empat maksimal per-hari 60 liter per-kendaraan. 

Kedua, kendaraan bermotor umum angkutan orang/barang roda empat paling banyak perharinya 80 liter per-kendaraan. Ketiga kendaraan bermotor umum angkutan orang/barang roda enam paling banyak per-hari 200 liter per-kendaraan.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyatakan bahwa pembelian BBM jenis solar subsidi seharusnya penggunaan QR MyPertamina, karena diklaim cukup efektif dan baik, sehingga Pertamina Patra Niaga akan melanjutkan program tersebut dengan mekanisme full QR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Full QR untuk pembelian bahan bakar minyak atau BBM jenis solar subsidi ini akan berlaku bertahan dan berlaku secara nasional dengan target mulai berlakunya 20 Juni 2023. Ini artinya, mulai pertengahan bulan Juni, pembelian BBM jenis solar subsidi harus menggunakan QR MyPertamina.

Sehingga jelas, bahwa penyaluran BBM jenis solar dan partalite subsidi diatur dalam Surat Keputusan BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 tentang Pengendalian Penyaluran Jenis BBM Tertentu. Dalam aturan ini sudah jelas diatur baik jenis ataupun kriteria kendaraan dan volume hingga kuota harian kendaraan konsumen.

BACA JUGA :  Usai Tabrak, Diduga Sopir Pickup Bertuliskan PT BBS Kabur, Berikut Kronologi Kejadiannya!

Sementara itu Kepala BPH Migas Erika Retnowati juga menyatakan bahwa setiap pembelian BBM jenis solar/partalite subsidi di SPBU wajib mengunakan QR Code Mypertamina, bagi konsumen yang belum menggunakan QR Code agar segera melakukan pendaftaran. Karena pembelian tanpa QR Code tidak akan dilayani.

Namun, hal berbeda apa yang dilakukan oleh salah satu mobil box modifikasi dengan nomor polisi B 9089 HB ketika klarifikasi oleh awak media saat menurunkan BBM jenis solar subsidi kuat dugaan akan digunakan untuk operasional alat berat di proyek tempat pemakaman bukan umum (TPBU) di Jalan Raya Cihideng, Kp Kongsi Desa Cipicung, Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, saat pengendara mobil box modifikasi pengangkut BBM jenis solar subsidi tersebut ditanyai terkait surat jalan ataupun dokumen lengkapnya yang bersangkutan yakni sopir dan keneknya tidak dapat memperlihatkan kepada awak media.

Sebagai informasi, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Republik Indonesia Nomor: 106 /KPTS/KA/BPH MIGAS/2023 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor: 89/KPTS/KA/BPH Migas/2023 tentang Tim Satuan Tugas Pengawasan dan Monitoring Bahan Bakar Minyak Tahun Anggaran 2023.

BACA JUGA :  Pendaki Gunung Pangrango yang Hilang Kini Berhasil Ditemukan, Berikut Ini Nama-nama Para Pendakinya!

Sehingga pihak Satgas BPH Migas wajib melakukan mitigasi terhadap kuota untuk JBT dan JBKP dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan memantau wilayah, pengaduan masyarakat, melakukan koordinasi dengan stakeholder/APH, dan mengevaluasi hasil pemantauan.

Dalam keterangan salah seorang kenek mobil box modifikasi pengangkut BBM jenis solar subsidi yang bernama Ion, bahwa ia ditinggal sopirnya saat mengirim BBM jenis solar subsidi ke proyek TPBU ini mengatakan kalau BBM jenis solar subsidi ini dikirimkan dari Citayam.

Namun, dirinya juga sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik BBM jenis solar subsidi tersebut. Ion mengaku dirinya menerima upah sebesar Rp100 ribu rupiah untuk mengantarkan BBM jenis solar subsidi tersebut dalam sekali pengiriman.

Kemudian, selain itu Ion mengkonfirmasi kepada temannya yang bernama Fatir, salah seorang rekannya yang memberikan pekerjaan pengiriman BBM jenis solar subsidi ke wilayah Cipicung Cihideng ini. Namun Fatir tidak bisa memberikan keterangan hingga mengambil keputusan, dikarenakan pemilik proyek atas nama Robi tidak bisa dihubungi.

BACA JUGA :  Wujudkan LPG 3 Kg Subsidi, Polri dan Pertamina Tindak Tegas Pelaku Usaha Jika Kedapatan Ngoplos Gas

Bahwa adanya kejadian tersebut berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas, juga dapat dikenakan pidana selama kurang lebih enam tahun dan denda paling besar Rp60 miliar, hal ini sebagai mana diatur dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2022.

Sehingga dengan adanya dugaan tersebut, diminta kepada aparat penegak hukum yakni Polsek Cijeruk atau Polres Bogor untuk menindaklanjuti terkait dugaan penyelewengan ini, karena hal tersebut terjadi sudah lama berlangsung. Namun belum ada tindakan hukumnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor dan pihak proyek (penerima BBM jenis solar subsidi) tidak dapat dihubungi. Untuk itu diminta kepada aparat penegak hukum, agar segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek TPBU, dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku dugaan penyelewengan BBM jenis solar subsidi tersebut. (Baron)

Editor: Safriz

Komentar Anda

Berita Terkait

Arus Mudik Idul Fitri, Pj. Gubernur Sumut Wujudkan Lebaran Aman dan Nyaman
Aksi Positif dan Mulia Pemuda Kp Cibata Ngecat Masjid, Ini Apresiasi H. Sukarman
Jelang Idul Fitri, Aktivitas Angkutan Batubara di Jalan Nasional Jambi Dihentikan
Kebakaran Hanguskan Gudang Amunisi Yon Armed, Simak Penjelasan dari Kadispen TNI AD
Jalin Sinergitas Antara Kapolres dengan MUI Sukabumi, Berikut Ini Apresiasi dari H. Sukarman
Korban Ditembak KKB Dimakamkan di TMP Waena, Ini Ucapan Duka Kabidhumas Polda Papua
Ramp Check Kendaraan Angkutan Lebaran Idul Fitri, Dishub Kota Bogor Tak Gelar Mudik Gratis
Operasi Kejahatan Jalanan, Polres Jakut Sosialisasi Dampak Negatif Pemakaian Petasan dan Tawuran

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 02:47 WIB

Pengertian dan Tujuan Artikel, Berikut Ini Ciri-ciri serta Beberapa Contohnya!

Minggu, 14 April 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:46 WIB

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Jumat, 12 April 2024 - 10:48 WIB

Oportunis? Waspadai dan Kenali Ciri-ciri Karakternya, Simak Selengkapnya!

Jumat, 12 April 2024 - 10:39 WIB

Sejarah Awal Berdiri Kejaksaan, Berikut Ini Struktur Organisasi serta Fungsinya

Jumat, 12 April 2024 - 10:34 WIB

Pengertian Warehouse, Berikut Ini Fungsi dan Manfaat di Perusahaan

Jumat, 12 April 2024 - 01:26 WIB

Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Kamis, 11 April 2024 - 00:48 WIB

Kenali Koperasi Simpan Pinjam Indonesia, Ini Jenis dan Contohnya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Advertising)

Catatan Redaksi

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Minggu, 14 Apr 2024 - 01:52 WIB

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers

Catatan Redaksi

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Sabtu, 13 Apr 2024 - 00:46 WIB

Eksplorasi konten lain dari kabarpers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca