Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Berdasarkan Peraturan Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 25 Desember 2023 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Redaksi

i

Gambar Ilustrasi Redaksi

KabarpersMenghitung iuran karyawan untuk BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya bukan hal yang sulit. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84/2013. Program perlindungan yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan cukup beragam.

Kemudian cara perhitungan iurannya pun berbeda-beda untuk tiap programnya. Ada program jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga jaminan pensiun.

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Jaminan Hari Tua, cek saldo BPJS [© bpjsketenagakerjaan.go.id]

Apabila kamu terdaftar dalam program Jaminan Hari Tua (JHT), kamu akan mendapat manfaat berupa uang tunai. Uang tunai ini akan diserahkan pada peserta program apabila terjadi salah satu di antara 3 skenario ini:

Peserta yang mencapai usia 56 tahun atau pensiun
diberikan kepada ahli warisnya, apabila peserta meninggal dunia peserta mengalami cacat total tetap, besar iuran dari JHT adalah 5,7% dari upah.

BACA JUGA :  Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 untuk program JHT dibagi antara perusahaan dan pekerja. Pekerja membayar 2%, sedangkan perusahaan membayar 3,7%.

Semisalnya, upah Tuan BB adalah Rp10.000.000. Maka, perhitungan BPJS Ketenagakerjaan program JHT Tuan BB adalah:

  • Iuran JHT Tuan BB = 5,7% x Rp10.000.000 = Rp570.000 per bulan
  • Iuran JHT yang dibayar Tuan BB = 2% x Rp10.000.000 = Rp200.000 per bulan
  • Iuran JHT yang dibayar perusahaan = 3,7% x Rp10.000.000 = Rp370.000 per-bulan

Anda bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di aplikasinya untuk mengetahui berapa banyak JHT yang telah Anda kumpulkan.

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), jaminan kecelakaan kerja perhitungan bpjs ketenagakerjaan
BACA JUGA :  Kemenkes Fokuskan Perbaikan Sistem dalam Pelayanan RSUD di Seluruh Indonesia

Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 selanjutnya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program ini juga memberikan perlindungan risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja

Bahkan, kecelakaan yang terjadi saat kamu commuting kerja juga termasuk juga, karena tiap pekerjaan pasti memiliki risiko kecelakaan kerja yang berbeda-beda, besar iuran untuk tiap risiko pun berbeda-beda.

Berikut tingkat risiko dan besaran persen upah iuran JKK-nya:

  • sangat rendah, 0,24%
  • rendah, 0,54%
  • sedang, 0,89%
  • tinggi, 1,27%
  • sangat tinggi, 1,74%
  • Tingkat risiko ini harus dievaluasi untuk tiap pekerja selama minimal 2 tahun sekali. Iuran JKK ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.

Seumpama contohnya, Tuan BA bekerja dengan risiko kecelakaan kerja rendah. Upah Tuan BA selama sebulan adalah Rp5.000.000.

BACA JUGA :  Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama serta Kewajiban Terhadap Hak Pekerja

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Tuan BA untuk program JKK adalah:

0,54% x Rp5.000.000 = Rp27.000 per-bulan.

  1. Jaminan Kematian (JKM), jaminan kematian perhitungan BPJS Kesehatan.

Selanjutnya, akan membahas perhitungan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 untuk program Jaminan Kematian (JKM).

Program Jaminan yang Memberikan Manfaat Berupa Uang Tunai

Uang tunai akan diberikan kepada ahli waris peserta apabila meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Uang yang diberikan adalah sebesar:

  • Rp12.000.000, santunan berkala
  • Rp20.000.000, santunan kematian
  • Khusus peserta dengan masa iuran minimal 3 tahun, maksimal Rp174.000.000, beasiswa untuk 2 anak dari TK hingga kuliah
  • Iuran jaminan kematian seluruhnya ditanggung oleh perusahaan. Biaya iuran per bulannya adalah 0,3% dari upah sebulan.

Komentar Anda

Penulis : Team

Editor : Safriz

Sumber Berita : Berbagai Sumber

Berita Terkait

Izin Usaha Industri Kecil untuk Konveksi serta Jenis Kegiatan Usaha Beresiko Rendah, Menengah dan Tinggi
UMP 2024: DPR Tegaskan Wajib Prioritaskan Perlindungan Upah Buruh
Kode KBLI Outsourcing, Berikut Ini Kode Izin dan Manfaat Perusahaanya
Kewajiban Melaporkan Serta Terbitkan Formulir 1721 A1 dan 1721 A2, Ini Penjelasannya!
Pengusaha Tak Dibenarkan Merubah Status Karyawan dari PKWTT ke PKWT, Simak Aturannya!
Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama serta Kewajiban Terhadap Hak Pekerja
Kenali End to End Process di Perusahaan Outsourcing dan Sistem Pengupahannya
Ini Poin-poin Undang-undang Omnibus Law Terbaru

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 00:19 WIB

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Minggu, 14 April 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:46 WIB

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:44 WIB

Konsep Politik Berdasarkan Pendapat dari Berbagai Ahli Politik Legendaris

Jumat, 12 April 2024 - 10:48 WIB

Oportunis? Waspadai dan Kenali Ciri-ciri Karakternya, Simak Selengkapnya!

Jumat, 12 April 2024 - 10:39 WIB

Sejarah Awal Berdiri Kejaksaan, Berikut Ini Struktur Organisasi serta Fungsinya

Jumat, 12 April 2024 - 10:34 WIB

Pengertian Warehouse, Berikut Ini Fungsi dan Manfaat di Perusahaan

Jumat, 12 April 2024 - 01:26 WIB

Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Siklon Tropis)

Catatan Redaksi

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Senin, 15 Apr 2024 - 00:19 WIB

Eksplorasi konten lain dari kabarpers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca