Debat Capres: Isu Pesawat Jet Tempur Mirage 2000-5 Bekas Jadi Topik, Ini Alasan Tunda Pembeliannya!

- Jurnalis

Senin, 8 Januari 2024 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Jet Tempur Mirage 2000-5)

i

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Jet Tempur Mirage 2000-5)

KabarpersJuru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pemerintah telah menunda rencana pembelian sebanyak 12 jet tempur Mirage 2000-5 yang sebelumnya digunakan oleh militer Qatar, karena hal tersebut terbatasnya kapasitas fiskal.

Sebelumnya Jubir Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak telah berbicara dalam sebuah panel wawancara di stasiun televisi TV One awal pekan ini, ia mengatakan penundaan tersebut diputuskan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan.

“Pemerintah telah menunda pembelian jet Mirage karena kapasitas fiskal kita, untuk saat ini, tidak dapat mendukung pembelian seperti itu,” kata Jubir Dahnil, dan menambahkan sebagai gantinya, militer akan memesan retrofit untuk pesawat Sukhoi dan F16 yang sudah ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Keuangan, tidak menanggapi terkait permintaan dari kantor berita Reuters untuk memberikan komentar tentang masalah ini.

BACA JUGA :  Coffee Morning, Perwira Humas Polda Riau Ajak Satukan Misi dalam Pemberitaan Positif pada Pemilu 2024

Kementerian Pertahanan sebelumnya pada tahun 2022 telah menandatangani kesepakatan dengan sebuah unit perusahaan pertahanan Ceko, Czechoslovak Group, untuk membeli 12 jet tempur Mirage 2000-5 pada Januari 2023, senilai 733 juta euro, setara dengan $801,68 juta, atau Rp1,2 triliun.

Dimana pesawat tempur bekas ini akan dikirim dalam waktu 24 bulan setelah kesepakatan ditandatangani, dan akan digunakan sementara Indonesia menunggu kedatangan 42 jet tempur Rafale yang telah dibeli Jakarta pada tahun 2022 dengan harga US$8,1 miliar.

Rencana pembelian pesawat-pesawat Mirage 2000-5 itu telah dikritik oleh beberapa anggota parlemen karena dianggap sudah tua dan tidak layak lagi.

Sehingga keputusan untuk menunda pembelian Mirage muncul meskipun Presiden Joko Widodo telah menyetujui peningkatan belanja pertahanan sebesar 20% hingga akhir tahun 2024 guna melipatgandakan piranti keras militer menjadi $25 miliar.

BACA JUGA :  Songsong Tahun 2023, Febri Utama: Sambut dengan Pererat Persatuan demi Perubahan Lebih Baik

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang sejauh ini merupakan calon paling unggul dalam pemilihan presiden yang akan diadakan pada 14 Februari nanti, telah mengawasi upaya-upaya militer untuk memodernisasi armada militer yang sudah tua.

Ini mencakup pembelian 12 pesawat tak berawak baru dari Turkish Aerospace dan pesawat-pesawat tempur serta helikopter-helikopter angkut dari perusahaan-perusahaan Amerika, seperti Boeing dan Lockheed Martin.

Pesawat single dan double seat Mirage 2000-5) ini telah digunakan Angkatan Udara berbagai negara, antara lain negara Brazil, UEA, Mesir, Yunani, Peru hingga Qatar.

Pesawat Mirage 2000-5 ini memiliki kemampuan melakukan menembak udara ke darat dan udara ke udara, dengan radar yang digunakan adalah RDY. Pesawat ini dapat menembakkan rudal MBDA Super 530D atau rudal udara ke udara MBDA Sky Flash sebagai alternatif dari rudal MICA.

BACA JUGA :  Dukung Prabowo Sebagai Capres, Ribuan Mahasiswa dan Pemuda DIY Gelar Deklarasi

Pesawat jet tempur Mirage 2000-5 merupakan jenis pesawat multirole dan pertama kali terbang pada 1978.Pesawat ini pertama kali digunakan Angkatan Udara Perancis pada 1984. Pesawat memiliki lebar sayap 9,13 meter dan panjang 14,36 meter, serta mampu melaju dengan kecepatan maksimal 2,2 mach atau sekitar 2.333 km/jam.

Perlu untuk diketahui, bahwa pesawat jet Mirage 2000-5 ini mampu mengudara pada ketinggian maksimal 50.000 yang ditenagai oleh mesin turbofan Snecma M53. (Sf)

Editor : Safriz

Komentar Anda

Berita Terkait

Ilmu Politik Berdasarkan Terminologi dan Etimologi, Ini Menurut para Ahli
KPU Nyatakan Anggaran Pilkada Gunakan APBD, Ini Jadwal Tahapan Pilkada Serentak 2024
KPU Umumkan Hasil Perhitungan Suara Capres-cawapres Tahun 2024, Berikut Ini Pidato Prabowo
Gunakan Hak Pilihnya, Para Tahanan KPK Nyoblos di TPS Khusus di Gedung Merah Putih
Suara Anda Penentu Nasib Bangsa, Berikut Ini Cara Pencoblosan di Pemilu
Rencana Mundurnya Mahfud MD dari Kabinet Indonesia Maju, Berikut Kata Presiden Jokowi
ASN Dilarang Berpose Foto Semasa Pemilu, Ini Pedoman dan Aturan Menurut SKB Menteri
Tambang Ilegal Kian Menjamur, Sulit untuk Ditindak Diduga Adanya Bekingan dari Pejabat, Ini Kata Mahfud

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 00:19 WIB

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Minggu, 14 April 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:46 WIB

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:44 WIB

Konsep Politik Berdasarkan Pendapat dari Berbagai Ahli Politik Legendaris

Jumat, 12 April 2024 - 10:48 WIB

Oportunis? Waspadai dan Kenali Ciri-ciri Karakternya, Simak Selengkapnya!

Jumat, 12 April 2024 - 10:39 WIB

Sejarah Awal Berdiri Kejaksaan, Berikut Ini Struktur Organisasi serta Fungsinya

Jumat, 12 April 2024 - 10:34 WIB

Pengertian Warehouse, Berikut Ini Fungsi dan Manfaat di Perusahaan

Jumat, 12 April 2024 - 01:26 WIB

Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Siklon Tropis)

Catatan Redaksi

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Senin, 15 Apr 2024 - 00:19 WIB

Eksplorasi konten lain dari kabarpers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca