Edwin Aldrian Kembali Terpilih Vice Chair Working Group I IPCC di PBB

- Jurnalis

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Prof Edvin Aldrian Dipercaya Menjadi Pimpinan PBB, 4 Agustus 2023 (Rahmat/kabarpers)

i

Caption: Prof Edvin Aldrian Dipercaya Menjadi Pimpinan PBB, 4 Agustus 2023 (Rahmat/kabarpers)

Kabarpers – Dalam pertemuan ke-59 Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) yang dilaksanakan di Nairobi Kenya, Prof. Edvin Aldrian kembali terpilih kembali sebagai Vice Chair Working Group I. Ini adalah masa tugas kedua bagi Prof Edvin.

Keberadaan Prof Edvin Aldrian ini mewakili Region 5 yang mencakup wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya. Dalam pemilihan ini Prof Edvin menang secara voting mengalahkan kandidat dari Australia dan Selandia Baru.

Prof. Edvin Aldrian terpilih sebagai dalam sekali putaran (Simple Majority) dengan perolehan 73 suara 52 persen dibandingkan Selandia baru dengan 41 suara 29 persen dan Australia 26 suara 19 persen. Ini karena Indonesia, Australia dan Selandia Baru berada dalam satu region.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan Indonesia ini karena mendapat dukungan dari negara-negara ASEAN, negara Pasific Barat, negara Islam, negara Africa, Inggris, Perancis, Spanyol, Venezuela, Brazil, Argentina, Ekuador, Hongaria dan negara Amerika Latin, termasuk dua negara yang sedang dalam kondisi perang yaitu Rusia dan Ukraina.

Selanjutnya, bentuk dukungan ini disampaikan secara diplomatik non verbal dan kontak langsung dengan memberikan brosur kandidat yang disiapkan dari Jakarta dan souvenir Indonesia yang disiapkan KLHK.

BACA JUGA :  A Husband and Wife in Siversk Choose to Live in a Dungeon Before the Russians Defeat the Missiles

Tentunya kerjasama yang luar biasa dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Luar Negeri berperan sangat penting dalam keberhasilan ini.

IPCC merupakan lembaga PBB dalam bidang sains perubahan iklim, yang memiliki anggota 195 negara. IPCC merupakan sedikit dari lembaga PBB yang menerima hadiah Nobel. Pada pertemuan tanggal 25-28 Juli 2023 ini, dihadiri oleh ratusan perwakilan negara, para Ahli, instansi peneliti dari negara anggota serta organisasi observer.

Tercatat ada 170 negara yang hadir, dengan total 600 orang peserta. Jumlah ini menunjukkan peningkatan delegasi sebesar 40 persen dibandingkan dengan putaran terakhir pemilihan IPCC pada tahun 2015.

Pada sesi ke-59, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) memilih daftar pemimpin baru untuk memandu arah kerja pada Assessment Report 7 (AR 7).

Hasil pemilihan ini akan membentuk masa depan IPCC, oleh karenanya proses pemilihan melibatkan negosiasi yang kontinu dan pelacakan yang cermat untuk memastikan keseimbangan regional dapat tercapai.

BACA JUGA :  Silaturahmi Pengurus ESI di Hotel Pangeran Bahas Program Kemajuan E Sport Indonesia

Sementara itu, dalam pertemuan ini dilakukan lebih dari 45 putaran pemungutan suara.

Dengan prosedur pemungutan suara yang tidak mudah serta aturan yang dirancang untuk memastikan keseimbangan regional ini berarti bahwa setiap putaran dapat mengubah daftar kandidat untuk putaran berikutnya.

Dengan demikian, negara-negara dapat menominasikan dan menominasikan kembali para kandidat sebagai upaya untuk memastikan keterwakilan negaranya efektif.

Konsultasi regional yang dilakukan untuk memuluskan proses mencapai konsensus tentang pencalonan juga membutuhkan waktu yang lama, begitu pula pemungutan suara itu sendiri. Setiap putaran pemungutan suara memakan waktu setidaknya satu jam. Hal ini menyebabkan waktu pemilihan melewati waktu yang dijadwalkan.

Keberhasilan Prof. Edvin Aldrian ini menegaskan posisi Indonesia di kancah saintifik global terutama di isu perubahan iklim. Menjadi bukti nyata pengakuan dunia Internasional atas peran dan pengakuan atas kontribusi Indonesia selama ini dalam upaya penanggulangan perubahan iklim.

Dengan adanya wakil Indonesia di IPCC, maka Pemerintah Indonesia mendapatkan keuntungan sebagai berikut;

a. Perwakilan pemerintah Indonesia dapat menghadiri pertemuan Biro IPCC mendampingi Prof. Edvin Aldrian dan memberikan masukan penting yang akan dibawa ke sidang Panel IPCC.

BACA JUGA :  Pemerintah RI-Federasi Rusia Sepakati Perjanjian Ekstradisi

b. Indonesia dapat lebih mendorong keterwakilan ahli Indonesia sebagai author laporan IPCC.

c. Kepentingan Indonesia dapat lebih diperjuangkan untuk masuk ke dalam Laporan IPCC.

Bahkan Prof. Edvin Aldrian juga saat ini bertugas di Badan Riset dan Inovasi Nasional, dalam Pusat Riset Iklim Atmosfer.

Keterlibatannya dalam bidang perubahan iklim bukanlah hal baru mengingat peran aktifnya selama ini dalam bidang iklim dan cuaca, baik secara nasional dan Internasional.

Diketahui, bahwa latar belakang pendidikan Prof Edvin adalah pemodelan Iklim laut dan atmosfer. Dalam IPCC sendiri, Prof Edvin sudah mulai terlibat dari tahun 2009 sebagai penulis utama IPCC sebelum menjadi anggota biro IPCC tahun 2015.

Selain Prof Edvin, Indonesia juga berhasil menempatkan Dr. Joni Jupesta dalam memenangkan pemilihan anggota TFB IPCC dari region V.

Sebelumnya, Dr. Joni Jupesta telah berhasil mengalahkan kandidat dari perwakilan negara Malaysia dan Australia, dengan perolehan sebanyak 53 Suara atau 56 persen. (Sf)

Komentar Anda

Penulis : Rahmat H

Editor : Safriz

Berita Terkait

Sejarah Berdirinya PBB dan Peran Indonesia Ikut Andil dalam Menjaga Perdamaian Dunia
Serangan Rudal dan Roket Houthi Yaman di Laut Merah, Dua Kapal Kargo Jerman Diduga Terhantam
Bahas Isu Pengungsi Rohingya, Menlu RI Bertemu dengan United Nations Organization di Jenewa
Kecuali Menhan Myanmar, Pertemuan ADMM-Plus Menhan AS-ASEAN di Jakarta Bahas Kemitraan Pertahanan
Pertemuan Pemimpin Transportasi se-ASEAN, Menteri Budi: Peningkatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Denmark Berbagai Sejarah dan Salah Satu Negara Makmur yang Terletak di Skandinavia
Ingin Berwisata ke Negara Paling Aman dan Bahagia di Dunia, Ini Nama Negara dan Aneka Kulinernya!
KTT AIS Gelar AIS Economy High Level Dialogue di Hotel Mulia Badung

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 00:19 WIB

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Minggu, 14 April 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:46 WIB

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:44 WIB

Konsep Politik Berdasarkan Pendapat dari Berbagai Ahli Politik Legendaris

Jumat, 12 April 2024 - 10:48 WIB

Oportunis? Waspadai dan Kenali Ciri-ciri Karakternya, Simak Selengkapnya!

Jumat, 12 April 2024 - 10:39 WIB

Sejarah Awal Berdiri Kejaksaan, Berikut Ini Struktur Organisasi serta Fungsinya

Jumat, 12 April 2024 - 10:34 WIB

Pengertian Warehouse, Berikut Ini Fungsi dan Manfaat di Perusahaan

Jumat, 12 April 2024 - 01:26 WIB

Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Siklon Tropis)

Catatan Redaksi

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Senin, 15 Apr 2024 - 00:19 WIB

Eksplorasi konten lain dari kabarpers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca