Kenali End to End Process di Perusahaan Outsourcing dan Sistem Pengupahannya

- Jurnalis

Sabtu, 2 Maret 2024 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Outsourcing atau Alih Daya)

i

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Outsourcing atau Alih Daya)

KabarpersBanyaknya perusahaan yang membutuhkan jasa outsourcing untuk membantu menemukan kandidat yang tepat sesuai dengan persona perusahaan tersebut. Sehingga melalui jasa outsourcing, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk rekrutmen, pelatihan, dan lain sebagainya.

Kemudian ada beberapa cara perekrutan yang biasa digunakan oleh jasa outsourcing, salah satunya yaitu end-to-end process. Dimana, pihak outsourcing bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen, mulai dari menyebar lowongan kerja hingga menutup lowongan.

Berdasarkan informasi bahwa end-to-end process merupakan proses yang menggunakan sistem atau layanan dari awal hingga akhir, dan memberikan solusi fungsional yang lengkap tanpa perlu melibatkan pihak ketiga. Jasa outsourcing menggunakan model bisnis ini karena dianggap lebih efisien dan optimal dengan melibatkan sedikit pihak sehingga meminimalisir kesalahan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam end-to-end process, pihak penyedia jasa outsourcing akan bertanggung jawab secara penuh pada proses rekrutmen. Hal ini termasuk pembukaan lowongan pekerjaan, pengadaan kandidat, skill atau non, proses wawancara, manajemen penawaran.

End-to-end process ini lebih populer dan banyak digunakan oleh para penyedia jasa outsourcing. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari end-to-end process bagi bisnis outsourcing:Meningkatkan efektivitas

Lalu, dengan menggunakan end-to-end process, pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas suatu usaha. Selain menghemat waktu dan tenaga, pihak jasa outsourcing juga dapat meminimalisir pengeluaran operasional karena proses dilakukan secara praktis tanpa bantuan pihak ketiga.

Dari penggunaan end-to-end process ini adalah dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam bekerja seminimal mungkin. End-to-end process dalam outsourcing menyediakan semua yang dibutuhkan, baik itu tenaga kerja, perangkat keras dan lunak, materi tertulis, hingga prosedurnya.

BACA JUGA :  Serikat Buruh Cahaya Indonesia Tolak Kenaikan UMP Riau untuk Tahun 2023

Sehingga dengan sistem end-to-end yang sudah cukup canggih dan terintegrasi baik, operasional bisnis pun menjadi lebih cepat dan mudah. Tidak hanya itu saja, proses ini juga dapat meminimalisir kesalahan, ketidakakuratan data, dan terjadinya duplikasi. Dengan demikian, operasional bisnis berjalan dengan lancar dan mampu memberikan hasil yang optimal.

End-to-end process dapat membantu meningkatkan penghasilan bisnis. Ketika operasional bisnis berjalan secara lancar dan teratur, tanpa adanya kesalahan, tentu produktivitas bisnis akan semakin meningkat. Pada akhirnya, penyediaan jasa pun berjalan lebih cepat dengan lebih banyak klien atau perusahaan yang dilayani.

Semakin banyak jumlah klien yang dapat ditangani, maka semakin besar pula tingkat pendapatan bisnis lalu dapat menciptakan transparansi dan kejelasan operasional. End-to-end process dapat membuat bisnis menjadi lebih transparan, sebab hanya ada satu pihak yang bertanggungjawab atas proses usaha dari awal hingga akhir, contohnya proses rekrutmen. End-to-end process juga mampu mendukung inisiatif strategis untuk organisasi, termasuk pertumbuhan pendapatan, retensi klien, hingga pengurangan biaya.

Dalam bidang outsourcing, sistem end-to-end umumnya diterapkan pada proses rekrutmen. Berikut ini tahapannya mulai dari persiapan dan perencanaan. Hal pertama yang harus dilakukan oleh penyedia jasa outsourcing, khususnya perekrut adalah membuat deskripsi pekerjaan dan persona kandidat terlebih dahulu sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Lalu, biasanya klien akan memberikan deskripsi pekerjaan dan persona yang diinginkan secara singkat. Kemudian, perekrut dari pihak outsourcing akan memperjelas dan membuat deskripsi tersebut menjadi lebih menarik agar pelamar tertarik untuk melamar pekerjaan tersebut. Jika kandidat sesuai dengan deskripsi dan persona yang telah ditentukan, maka perekrut bisa melanjutkan proses rekrutmen ke tahap selanjutnya.

Bahkan dalam pencarian kandidat yang potensial dan sesuai dengan permintaan klien, pihak outsourcing akan melakukan berbagai hal seperti menyebarkan lowongan di media sosial dan platform pencari kerja di website perusahaan.

BACA JUGA :  Kewajiban Melaporkan Serta Terbitkan Formulir 1721 A1 dan 1721 A2, Ini Penjelasannya!

Selanjutnya screening atau penyaringan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kualifikasi. Walaupun banyak yang melamar, namun perekrut hanya akan memilih kandidat yang tepat saja untuk lanjut ke proses rekrutmen selanjutnya, perekrut akan membantu menemukan calon kandidat yang akan masuk ke tahap berikutnya.

Setelah menyortir beberapa kandidat terpilih berdasarkan resume, selanjutnya perekrut akan menguji keahlian dan kepribadian para kandidat tersebut melalui wawancara sehingga dengan begitu, perusahaan dapat memperoleh kandidat yang benar-benar sesuai kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan yang bersangkutan.

Jika perekrut sudah berhasil mendapatkan kandidat yang tepat berdasarkan hasil tes dan wawancara, selanjutnya perekrut dapat melakukan perpanjangan penawaran pekerjaan kepada kandidat tersebut. Di tahap ini, perekrut biasanya akan bernegosiasi dengan para kandidat bila tawaran yang diberikan kurang sesuai.

Kemudian tahapan terakhir proses rekrutmen end-to-end ini adalah onboarding atau pengenalan karyawan baru kepada anggota tim, budaya, alur kerja, maupun nilai perusahaan. Tujuannya adalah agar karyawan baru dapat mengetahui lebih dalam tentang perusahaan tersebut dan mulai menyesuaikan diri dalam hal pekerjaannya.

Untuk diketahui bahwa berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 jo PP Nomor 35 Tahun 2021, outsourcing atau alih daya tidak lagi dibedakan antara pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja. Sehingga kini, outsourcing tidak lagi dibatasi hanya untuk pekerjaan penunjang (non-core business process) sehingga tidak ada lagi pembatasan jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan. Jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan tergantung pada kebutuhan sektor.

Bahkan berdasarkan pada Pasal 18 PP Nomor 35 Tahun 2021, hubungan kerja antara perusahaan alih daya dengan pekerja yang dipekerjakan, didasarkan pada PKWT atau PKWTT. PKWT adalah perjanjian kerja yang mengikat kontrak dan pekerja lepas. Sedangkan PKWTT adalah perjanjian kerja yang mengikat karyawan tetap yang tidak memiliki masa berlaku.

BACA JUGA :  Pengusaha Tak Dibenarkan Merubah Status Karyawan dari PKWTT ke PKWT, Simak Aturannya!

Perlindungan pekerja/buruh, upah, kesejahteraan, syarat kerja, dan perselisihan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. Untuk perhitungan dalam gaji, karyawan outsourcing umumnya dengan penyedia outsourcing sepakat menggunakan rumus hitung yakni 1,8 x dari gaji karyawan outsourcing.

Dari contohnya, kesepakatan gaji antara karyawan dan perusahaan outsourcing sejumlah Rp4.500.000. Maka, ketika ada perusahaan yang membutuhkan karyawan outsourcing, perusahaan penyedia outsourcing akan meminta 1,8 x gaji dari kesepakatan dengan karyawan tersebut.

Sebagai contoh dalam perhitungannya diantaranya Rp4.500.000 x 1,8 = Rp8.100.000 sehingga dari perhitungan tersebut ada selisih Rp3.600.000, umumnya jumlah tersebut akan dikembalikan ke karyawan dalam bentuk lain.

Diantaranya dikembalikan untuk digunakan membayar iuran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, tunjangan, dan biaya lain-lain. Selain itu, 1/12 dari gaji nantinya juga akan diakumulasikan sebagai dana Tunjangan Hari Raya (THR). Akan tetapi, sejauh ini belum ada regulasi yang mengatur secara eksplisit mengenai perhitungan gaji karyawan outsourcing.

Lalu merujuk PP Nomor 35 Tahun 2021, perlindungan pekerja, upah, dan kesejahteraan menjadi tanggung jawab perusahaan outsourcing (Dasar Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Sama). Dengan demikian, saat ini setiap perusahaan penyedia karyawan outsourcing memiliki cara yang berbeda untuk menentukan gaji karyawan mereka.

Standar yang digunakan biasanya tidak jauh dari angka Upah Minimum Provinsi (UMP). oleh karena itu, karyawan harus teliti dalam memahami kontrak kerja yang ditawarkan sebelum menerima suatu pekerjaan di perusahaan yang akan ditempatkan. (Ss)

Editor: Safriz (Berbagai Sumber)

Komentar Anda

Berita Terkait

UMP 2024: DPR Tegaskan Wajib Prioritaskan Perlindungan Upah Buruh
Kode KBLI Outsourcing, Berikut Ini Kode Izin dan Manfaat Perusahaanya
Kewajiban Melaporkan Serta Terbitkan Formulir 1721 A1 dan 1721 A2, Ini Penjelasannya!
Pengusaha Tak Dibenarkan Merubah Status Karyawan dari PKWTT ke PKWT, Simak Aturannya!
Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama serta Kewajiban Terhadap Hak Pekerja
Ini Poin-poin Undang-undang Omnibus Law Terbaru
Perbedaan Proses Tahapan Produksi Pabrik Garment dan Pabrik Tekstil
Mekanisme Perusahaan Outsourcing/Alih Daya hingga Revisi dari UU Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 02:47 WIB

Pengertian dan Tujuan Artikel, Berikut Ini Ciri-ciri serta Beberapa Contohnya!

Minggu, 14 April 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:46 WIB

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Jumat, 12 April 2024 - 10:48 WIB

Oportunis? Waspadai dan Kenali Ciri-ciri Karakternya, Simak Selengkapnya!

Jumat, 12 April 2024 - 10:39 WIB

Sejarah Awal Berdiri Kejaksaan, Berikut Ini Struktur Organisasi serta Fungsinya

Jumat, 12 April 2024 - 10:34 WIB

Pengertian Warehouse, Berikut Ini Fungsi dan Manfaat di Perusahaan

Jumat, 12 April 2024 - 01:26 WIB

Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Kamis, 11 April 2024 - 00:48 WIB

Kenali Koperasi Simpan Pinjam Indonesia, Ini Jenis dan Contohnya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Advertising)

Catatan Redaksi

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Minggu, 14 Apr 2024 - 01:52 WIB

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers

Catatan Redaksi

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Sabtu, 13 Apr 2024 - 00:46 WIB

Eksplorasi konten lain dari kabarpers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca