Penting dan Wajibnya Penerapan HSE/K3 di Perusahaan, Ini Penjelasannya

- Jurnalis

Selasa, 20 Februari 2024 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Redaksi

i

Gambar Ilustrasi Redaksi

KabarpersHSE atau Health, Safety, and Environment dapat diartikan bahwa sebuah perusahaan bertanggungjawab atas keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengelolaan lingkungan. Pengadaan HSE di perusahaan sudah diatur dalam UU No 1/1970 tentang Keselamatan Kerja.

Seperti istilahnya, maka seorang HSE officer berfokus pada membantu menjaga lingkungan, kesehatan, dan keselamatan pekerja. Keberadaan HSE  ini sangat penting terutama di industri yang penuh risiko, seperti industri manufaktur. 

Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Health Safety dan Environment

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 adalah merupakan sebutan lain dari HSE (sebutan internasional), mengingat perannya yang sama-sama mengatur dan memastikan keselamatan para karyawan di tempat kerja.

Pengertian dari K3, menurut standar internasional OHSAS 18001:2007 (Occupational Health dan Safety Assessment Series), adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja, baik tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung, dan tamu) di tempat kerja.

Seperti juga HSE, pengadaan K3 dalam sebuah perusahaan sudah diatur oleh beberapa undang-undang negara. Salah satunya, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 

BACA JUGA :  Perbedaan Proses Tahapan Produksi Pabrik Garment dan Pabrik Tekstil

Selanjutnya didalam undang-undang tersebut, penerapan K3 wajib ada di semua tempat kerja yang memiliki tenaga kerja, hubungan kerja, atau kegiatan usaha, dan lokasi yang berpotensi berbahaya, baik di darat, dalam tanah, permukaan air, ataupun di udara.

Perbedaan HSE dan K3 dalam Penerapan di Perusahaan

Kemudian dalam penerapan keduanya, menurut UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, fungsi dari HSE adalah meningkatkan kepercayaan karyawan, mencegah hilangnya pendapatan, memelihara kebersihan, kesehatan, serta ketertiban.

Memberikan pertolongan kecelakaan, mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan, mencegah, mengurangi, ataupun memadamkan kebakaran di area kerja, mencegah dan mengendalikan munculnya penyakit lantaran pekerjaan fisik ataupun terkait senyawa kimia berbahaya atau biohazard, mencegah dan mengendalikan adanya kotoran, gas, asap, dan gangguan kesehatan lainnya

Sedangkan K3 berperan dalam menjamin setiap tenaga kerja mendapat perlindungan kesehatan dan keselamatan serta memastikan bahwa setiap sumber produksi layak dan aman digunakan.

Soal cakupan, K3 mencakup semua bentuk perlindungan dan kesejahteraan pekerja. Mulai dari undang-undang kesehatan, ketenagakerjaan dan keselamatan, manajemen K3, asuransi, pemeriksaan medis rutin, pengawasan di lapangan, dan sebagainya.

BACA JUGA :  Penetapan UMP Tahun 2024 Naik Rp200 Ribuan, Ini Daftar UMP Setiap Provinsi di Indonesia

Secara khusus, tujuan penerapan K3 antara lain mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja, mencegah sakit akibat kerja, baik dalam bentuk fisik, psikis, infeksi, keracunan, maupun penularan, meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan perlindungan terhadap para pekerja selama dan setelah masa kerja.

Membantu para pekerja agar optimal dalam bekerja, membuat sistem kerja yang aman, memastikan bahwa alat kerja aman dan layak digunakan, mencegah kerugian akibat kecelakaan kerja, melakukan pengendalian terhadap semua risiko yang ada di lingkungan kerja, memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban lingkungan kerja serta lingkungan sekitar.

Penerapan K3 di perusahaan dilakukan dengan cara jam kerja sesuai ketentuan Pasal 77 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, seperti misalkan 7 jam sehari (jika ada 6 hari kerja) atau 8 jam (jika 5 hari kerja). Jika lebih dari ketentuan jam ini, pekerjaan dihitung sebagai lembur dan karyawan berhak atas upah lembur.

Memberi tanda peringatan atau pengingat, semisal tanda arus listrik tinggi, pengingat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruangan khusus, dan sebagainya.

BACA JUGA :  UMP 2024: DPR Tegaskan Wajib Prioritaskan Perlindungan Upah Buruh

Merawat mesin yang digunakan dalam kegiatan operasional secara berkala. Sedangkan contoh penerapan HSE bisa dilihat berdasarkan 3 faktor: kesehatan, keselamatan, dan lingkungan di tempat kerja.

Lalu, dari segi kesehatan dan keselamatan HSE dapat diwujudkan melalui pelatihan K3 untuk mencegah kecelakaan, latihan tanggap darurat untuk mencegah berbagai situasi darurat, seperti kebakaran, musibah bencana alam, dan kecelakaan dan penggunaan atribut keamanan (pakaian atau peralatan) yang sesuai standar.Pemeriksaan alat-alat yang digunakan.

Penyediaan pemadam api dalam ruangan serta penjelasan penggunaannya. Terakhir, penerapan HSE dari segi lingkungan bisa dilakukan melalui aturan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan tidak merugikan lingkungan.

Peraturan Penerapan HSE atau K3

Kebijakan penerapan keselamatan kerja HSE atau K3 di Indonesia diatur dalam UU No 1/13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No 1/1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Peraturan Pemerintah (PP) No 50/2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3 serta peraturan pelaksanaannya. (Sf)

Editor : Safriz (Berbagai Sumber)

Komentar Anda

Berita Terkait

Izin Usaha Industri Kecil untuk Konveksi serta Jenis Kegiatan Usaha Beresiko Rendah, Menengah dan Tinggi
UMP 2024: DPR Tegaskan Wajib Prioritaskan Perlindungan Upah Buruh
Kode KBLI Outsourcing, Berikut Ini Kode Izin dan Manfaat Perusahaanya
Kewajiban Melaporkan Serta Terbitkan Formulir 1721 A1 dan 1721 A2, Ini Penjelasannya!
Pengusaha Tak Dibenarkan Merubah Status Karyawan dari PKWTT ke PKWT, Simak Aturannya!
Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama serta Kewajiban Terhadap Hak Pekerja
Kenali End to End Process di Perusahaan Outsourcing dan Sistem Pengupahannya
Ini Poin-poin Undang-undang Omnibus Law Terbaru

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 00:19 WIB

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Minggu, 14 April 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Advertising dari Aspek Bahasa dan Berbagai Jenisnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:46 WIB

Merubah SHGB ke SHM, Berikut Ini Peraturan ATR/BPN dan Cara Ngurusnya

Sabtu, 13 April 2024 - 00:44 WIB

Konsep Politik Berdasarkan Pendapat dari Berbagai Ahli Politik Legendaris

Jumat, 12 April 2024 - 10:48 WIB

Oportunis? Waspadai dan Kenali Ciri-ciri Karakternya, Simak Selengkapnya!

Jumat, 12 April 2024 - 10:39 WIB

Sejarah Awal Berdiri Kejaksaan, Berikut Ini Struktur Organisasi serta Fungsinya

Jumat, 12 April 2024 - 10:34 WIB

Pengertian Warehouse, Berikut Ini Fungsi dan Manfaat di Perusahaan

Jumat, 12 April 2024 - 01:26 WIB

Tujuan Dirikan Perusahaan, Berikut Ini Beberapa Tugas dari Struktur Jabatannya

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi Redaksi kabarpers (Siklon Tropis)

Catatan Redaksi

Mengenal Ukuran Siklon Tropis atau Badai dengan Kekuatan Besar

Senin, 15 Apr 2024 - 00:19 WIB

Eksplorasi konten lain dari kabarpers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca